Selasa, 19 Juli 2011

TVS Motor Indonesia, kuda merah yang jadi kuda hitam.

Sebagai salah satu pemain baru di kancah permotoran Indonesia, TVS boleh-boleh saja selama ini kelihatan kurang bergigi, namun akhir-akhir ini produsen berlambang kuda jingkrak ini mulai memberontak, tentunya dalam artian yang positif. Sempat diisukan bangkrut, ternyata tidak terbukti malahan bisa melampaui penjualan salah satu pabrikan Jepang dalam segmen motor bebek. Apa aja karakteristik keunggulan kompetitif dari TVS, yuk kita lihat, cekidot :

Siap infrastruktur dulu baru jualan

Agaknya TVS menganggap serius anggapan bahwa layanan purna jual adalah segalanya. Berkaca dari pemain baru yang sempat dating ke Indonesia dari China di masa yang lalu, kebanyakan hengkang karena layanan purna jual yang bermasalah. Melihat hal itu, TVS masuk ke Indonesia dengan langsung mendirikan pabrik terlebih dahulu yang terdiri dari perakitan mesin, perakitan sepedamotor, pengujian dan pengecatan  di atas lahan seluas 40 ha di Kawasan Industri Suryacipta City di Karawang Jawa Barat, dengan kapasitas produksi terpasang  300.000 unit sepeda motor.

Pabrik TVS Motor Indonesia di Karawang, Jawa Barat
Dengan cara ini, selain nantinya konsumen TVS jadi tidak perlu kuatir dengan layanan purna jual, dipastikan TVS juga akan unggul dari segi biaya produksi yang jadi lebih murah karena dirakit secara lokal, apalagi informasi resmi dari TVS menyatakan bahwa mereka telah berhasil mencapai kandungan lokal sebanyak 65% dan akan terus ditingkatkan.

Jago bikin motor dari nol

Kalau kita lihat produk-produk sepeda motor TVS yang dibrojolkan di Indonesia sepertinya cuman Apache saja yang masih murni turunan darah Indianya, sisanya customized sesuai keinginan masyarakat. Melalui customer centric study yang dilakukan TVS secara intensif, pola produk TVS sangat disesuaikan dengan keinginan pemotor Indonesia. Well, pantesan aja semuanya kebanyakan bebek, lha wong pemotor sini demennya bebek, nggak bisa disalahin juga kan? Bebek sih bebek tapi fiturnya out of the box semua, ada yang bisa kopling ganda, nyetel music, sama yang kecengnya amit-amit. Hmm, sedikit masukan nich buat TVS, kalau yang motor bisa nyanyi itu mungkin diberi aturan-aturan khusus bagi pembelinya karena sedikit banyak mendengarkan lagu di motor bisa mempengaruhi konsentrasi si rider, yang lainnya sih udah OK banggets. Oh iya, semuanya itu dibangun dari nol lho, mulai dari input konsumen, design, pemilihan mesin, testing, sampai finalisasi semuanya dilakukan di Indonesia. Makanya produk-produk bebek TVS yang disini nggak dijumpai di Negara asalnya, India. It’s specially made for Indonesia. Wow, special juga yah Indonesia, hehehe….

Jajaran produk motor TVS
Beberapa penghargaan juga udah berhasil disabet sama nih motor India, dikasiin sama Otomotif dan MotorPlus (Kompas Gramedia) kayak misalnya :

1)      TVS Neo X3i 110cc untuk kategori bebek 110-115cc , meraih:
-       The Best Feature dan Technology
-       The Best Value
2)      TVS RockZ 125cc untuk kategori bebek 120-125 cc, meraih :
-       The Best Performance & Handling
-       The Best Value
-       The Best Design
3)      TVS Apache RTR 160 cc untuk kategori sport 160-180cc, meraih :
-       The Best Performance & Handling
-       The Best Fuel Consumption
-       The Best Design

Teknologi nomor Satu

Kalau ngomongin motor India, pasti terbesit sepeda motor dengan fitur-fitur serba digital. Yup, TVS juga kayaknya nggak mau kalah nich… Semua sudah berteknologi canggih seperti speedometer yang digital, pengapian digital, yang terbarunya (TVS Tormax) malah sudah menggunakan Multi Information Display sebagai dasboardnya serta mesin canggih berpendingin air 3 klep.

Bebek super TVS Tormax yang gak kalah dari bebek super keluaran Jepang
Komitmen Layanan Purna Jual

Selain memastikan keberadaan spare part yang berkelanjutan, TVS juga udah bikin call center berngaran i-care yang bisa dihubungi di 0800 1 900 700. Selain itu, TVS juga getol membangun kemitraan dengan bengkel-bengkel pribadi untuk menambah kemudahan pengendaranya. Yah, memang belum bisa menandingi jaringan Jepang sih tapi ini menunjukkan komitmen perusahaan yang baik yang patut diapresiasi.



contoh komitmen dari TVS yang patut dicontoh oleh pabrikan baru lainnya
Perlahan tapi pasti, TVS yang berlambang kuda merah mulai muncul justru sebagai kuda hitam yang patut diperhitungkan di masa yang akan dating dalam kancah industri otomotif Indonesia khususnya roda 2.

kuda merah yang juga kuda hitam
Maju terus, TVS.

Related Posts by Categories



Widget by Scrapur

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar